Astronom dunia dari berbagai negara dalam melanjutkan pelacakan dan pengamatan ledakan sinar gamma di angkasa, masih belum bisa secara tuntas dan jelas menyelidiki karakter ledakan sinar gamma, namun sebuah hipotesis yang paling memungkinkan di antaranya adalah, bahwa ledakan sinar terjadi oleh karena menyemburkan percikan energi pada saat bintang maharaksasa yang jatuh menyusut menjadi lubang hitam.
Pada tanggal 29 Maret lalu, dalam waktu pengamatan secara keseluruhan, astronom mencatat ledakan sinar gamma yang paling dahsyat, bintang tetap yang jatuh menyusut menjadi lubang hitam terjadi di lokasi yang berjarak 2 miliar tahun cahaya dari bumi, ini merupakan satu kali kesuksesan yang paling besar, sebab astronom menganggap, bahwa ingin mendekati jarak 3 miliar tahun cahaya dalam mencatat ledakan gamma kemungkinannya sangat kecil. Baru-baru ini kekuatan peledakan kali ini lebih dari 100 kali lipat dibandingkan dengan semua peledakan yang diamati semula, dalam beberapa menit mulai peledakan, sekali peledakan kekuatan sinar gamma melampaui semua kekuatan pancaran bintang tetap dalam bimasakti, maka dalam hal ini astronom berpendapat bahwa kekuatan peledakan sinar gamma kali ini semestinya termasuk dalam golongan supernova.
Teleskop angkasa Hete-2 paling awal mencatat peledakan sinar gamma, Hete-2 mengirim kembali ke bumi informasi yang berhubungan dengan peledakan sinar gamma, dan setiap observatorium di bumi melakukan pengamatan gabungan. Dua buah teleskop otomatis Rotse melacak dan telah mengamati peledakan yang paling sempurna, salah satu Rotse dipasang pada observatorium She Phu Lin, Sin Nan Wei El Se Si Ting Ke, Australia, dan satunya lagi dipasang pada observatorium Tai Wei she Pau, benua Texas, AS.
Informasi yang diperoleh sangat penting bagi astronom, sebab ledakan sinar gamma merupakan salah satu penelitian gejala bumi yang paling sedikit, sering kali ledakan mereka terjadi di angkasa yang berjarak sangat jauh dari bumi, dan waktu berlangsungnya hanya dalam beberapa detik, serta untuk memprediksi munculnya mereka nyaris tidak memungkinkan. Dikarenakan mampu dengan cepat berhaluan dan mengarah pada wilayah antariksa tertentu oleh teleskop pengamat otomatis, sehingga membuat penyelidikan ledakan sinar gamma (tidak hanya terhadap ledakan sinar gamma) menjadi lebih efektif. (erabaru.or.id)*